Jawaban yang benar adalah: E. Panas

Berikut adalah uraian penyelesaiannya langkah demi langkah:


Langkah 1: Ubah pernyataan ke dalam simbol logika
Misalkan:

  • P = Api

  • Q = Panas

Maka pernyataan "Jika api maka panas" ditulis menjadi:
P → Q (dibaca: Jika P maka Q)

Pernyataan kedua adalah "Api", yang berarti P adalah benar (bernilai True).


Langkah 2: Gunakan aturan penarikan kesimpulan yang paling dasar
Dalam logika matematika, ada aturan bernama Modus Ponens. Aturan ini berbunyi:

Jika diketahui "Jika P maka Q" (P → Q) dan diketahui "P" benar, maka kesimpulannya adalah "Q" benar.

Logikanya sederhana:
Bayangkan sebuah janji: "Jika kamu makan, maka kamu kenyang." Lalu ternyata kamu makan. Maka pasti kesimpulannya adalah kamu kenyang. Tidak ada pilihan lain.


Langkah 3: Terapkan pada soal
Berdasarkan aturan Modus Ponens:

  • Premis 1: P → Q (Jika api maka panas)

  • Premis 2: P (Api)

  • Kesimpulan: Q (Panas)

Jadi, karena apinya ada, maka pastilah panas.


Langkah 4: Mengapa pilihan lainnya salah?
Mari kita lihat satu per satu agar lebih paham:

  • A. Tidak api → Salah. Karena premis kedua sudah jelas mengatakan "Api", bukan "Tidak api".

  • B. Tidak panas → Salah. Jika ada api, sudah pasti panas. Tidak mungkin tidak panas.

  • C. Jika panas maka api → Salah. Ini adalah kesalahan logika (kebalikan arah). Panas bisa disebabkan oleh hal lain (misal matahari), jadi tidak bisa dibalik begitu saja.

  • D. Jika tidak api maka tidak panas → Salah. Ini juga kesalahan logika (ingkaran dari sebab). Tidak ada api tidak berarti tidak panas (bisa panas karena kompor listrik atau matahari).

  • E. Panas → BENAR, sesuai dengan penjelasan di Langkah 3.


Kesimpulan Akhir:
Karena terdapat api, maka sesuai dengan pernyataan awal, sudah pasti keadaan di sekitarnya adalah panas.

Jawaban: E

Last modified: Tuesday, 30 June 2026, 8:31 AM