2

Untuk menjawab soal pilihan ganda ini dengan cepat dan tepat, kita perlu berpatokan pada dua kunci utama: asal-usul bahasa (Sanskerta) dan aturan penyerapan resmi dalam Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Jawaban yang paling tepat untuk soal di atas adalah aksara.

Langkah-Langkah Analisis Cara Menjawab

Berikut adalah tahapan berpikir untuk mengeliminasi pilihan yang salah dan menemukan jawaban yang benar:

1. Eliminasi Berdasarkan Asal-Usul Bahasa (Etimologi)

Langkah awal adalah memeriksa apakah semua pilihan kata benar-benar berasal dari bahasa Sanskerta.

  • astaga: Kata ini bukan berasal dari bahasa Sanskerta, melainkan kependekan dari frasa bahasa Arab astagfirullah. Oleh karena itu, pilihan ini bisa langsung dieliminasi.

2. Tinjau Berdasarkan Aturan Penyerapan Unsur Asing dalam EYD

Dalam lampiran resmi EYD (khususnya pada bagian Pedoman Penyerapan Istilah/Unsur Serapan), terdapat aturan khusus untuk menyerap kata-kata dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Indonesia baku.

Mari kita bedah kata yang tersisa:

  • aksara (Jawaban Benar)

    • Asal kata: akṣara (Sanskerta).

    • Aturan EYD: Konsonan rangkap kṣ dalam bahasa Sanskerta diserap secara baku menjadi ks dalam bahasa Indonesia.

    • Contoh lain sesuai pedoman: kṣatriya --> kesatria, pradakṣiṇa --> pradaksina. Karena kata aksara mengikuti kaidah penyerapan konsonan rangkap ini secara persis dan tertulis eksplisit dalam pedoman ejaan, kata ini menjadi jawaban utama yang paling baku dan sahih.

  • asmara

    • Asal kata: smara (Sanskerta).

    • Analisis: Kata ini mengalami penambahan vokal protetis (huruf 'a' di depan) untuk memudahkan pengucapan orang Indonesia. Meskipun baku di KBBI, kata ini tidak mengilustrasikan perubahan konsonan khas aturan serapan EYD seperti halnya aksara.

  • amerta

    • Asal kata: amṛta (Sanskerta).

    • Analisis: Vokal (r-vokal) berubah menjadi er. Di dalam teks kuno atau serapan lain, variasi serapannya sering kali membingungkan (antara amerta atau amrita). Walau amerta baku di KBBI, ia kurang sekonsisten aturan kṣ --> ks.

  • atma

    • Asal kata: ātman (Sanskerta).

    • Analisis: Dalam konteks baku dan formal, bentuk yang lebih utuh dan sering digunakan dalam istilah filsafat/sastra adalah atman, sedangkan atma cenderung dikategorikan sebagai bentuk varian atau arkais (klasik) di beberapa kamus.

Tips Ujian: Ketika menghadapi soal bermodel seperti ini, carilah kata yang perubahan hurufnya menjadi contoh utama/klasik di dalam buku pedoman EYD resmi. Pola perubahan kṣ menjadi ks pada kata akṣara --> aksara adalah salah satu contoh kaidah penyerapan Sanskerta yang paling mendasar dan selalu diajarkan dalam materi tata bahasa Indonesia.

Last modified: Saturday, 18 July 2026, 1:10 AM