8

📚 Konsep Dasar yang Digunakan

Soal ini menggunakan logika silogisme modus tollens, aturan baku dalam logika formal:
Jika pernyataan "Jika P maka Q" BENAR, dan Q TIDAK BENAR, maka P juga TIDAK BENAR.
Mari kita definisikan pernyataannya terlebih dahulu:
  • P: Semua menteri menghadiri rapat paripurna
  • Q: Presiden memberikan arahan
Pernyataan soal:
  1. Jika P maka Q → Benar sesuai soal
  2. Q tidak benar → Presiden tidak memberikan arahan
Maka kesimpulannya: P tidak benar → Pernyataan "semua menteri hadir" itu SALAH.

❌ Analisis Kesalahan Pilihan yang Salah

  • A. Semua menteri tidak menghadiri rapat: Salah. Jika "semua hadir" salah, bukan berarti "semua tidak hadir". Bisa saja sebagian hadir dan sebagian tidak.
  • B. Sebagian menteri tidak menghadiri rapat: Kurang tepat secara logika formal. Istilah "sebagian" menyiratkan setidaknya satu hadir dan satu tidak hadir, padahal bisa saja semua menteri tidak hadir sekaligus.
  • C. Tidak ada menteri yang menghadiri rapat: Salah. Ini hanya satu kemungkinan, bukan kesimpulan pasti.
  • E. Mungkin semua menteri hadir: Salah. Sudah terbukti "semua hadir" itu tidak mungkin terjadi.

✅ Jawaban yang Benar: D. Pasti ada menteri yang tidak hadir

Penjelasan sederhana:
 
Karena pernyataan "semua menteri hadir" itu salah, maka pasti setidaknya ada satu menteri yang tidak hadir — entah hanya satu yang tidak hadir, sebagian yang tidak hadir, atau bahkan semua yang tidak hadir. Semua kasus ini memenuhi syarat "pasti ada yang tidak hadir".

💡 Cara Cepat Menjawab Soal Seperti Ini

  1. Tandai struktur kalimat "Jika [P] maka [Q]"
  2. Lihat kondisi kedua: jika Q ditolak/tidak terjadi, maka P juga pasti ditolak
  3. Saat menolak pernyataan "semua X adalah Y", kesimpulannya selalu "pasti ada setidaknya satu X yang bukan Y" — jangan langsung menyimpulkan "semua X bukan Y
Last modified: Wednesday, 15 July 2026, 11:59 PM