Pembahasan Nomor 20
Jawaban yang benar adalah: E. Panas
Berikut adalah uraian penyelesaiannya langkah demi langkah:
Langkah 1: Ubah pernyataan ke dalam simbol logika
Misalkan:
-
P = Api
-
Q = Panas
Maka pernyataan "Jika api maka panas" ditulis menjadi:
P → Q (dibaca: Jika P maka Q)
Pernyataan kedua adalah "Api", yang berarti P adalah benar (bernilai True).
Langkah 2: Gunakan aturan penarikan kesimpulan yang paling dasar
Dalam logika matematika, ada aturan bernama Modus Ponens. Aturan ini berbunyi:
Jika diketahui "Jika P maka Q" (P → Q) dan diketahui "P" benar, maka kesimpulannya adalah "Q" benar.
Logikanya sederhana:
Bayangkan sebuah janji: "Jika kamu makan, maka kamu kenyang." Lalu ternyata kamu makan. Maka pasti kesimpulannya adalah kamu kenyang. Tidak ada pilihan lain.
Langkah 3: Terapkan pada soal
Berdasarkan aturan Modus Ponens:
-
Premis 1: P → Q (Jika api maka panas)
-
Premis 2: P (Api)
-
Kesimpulan: Q (Panas)
Jadi, karena apinya ada, maka pastilah panas.
Langkah 4: Mengapa pilihan lainnya salah?
Mari kita lihat satu per satu agar lebih paham:
-
A. Tidak api → Salah. Karena premis kedua sudah jelas mengatakan "Api", bukan "Tidak api".
-
B. Tidak panas → Salah. Jika ada api, sudah pasti panas. Tidak mungkin tidak panas.
-
C. Jika panas maka api → Salah. Ini adalah kesalahan logika (kebalikan arah). Panas bisa disebabkan oleh hal lain (misal matahari), jadi tidak bisa dibalik begitu saja.
-
D. Jika tidak api maka tidak panas → Salah. Ini juga kesalahan logika (ingkaran dari sebab). Tidak ada api tidak berarti tidak panas (bisa panas karena kompor listrik atau matahari).
-
E. Panas → BENAR, sesuai dengan penjelasan di Langkah 3.
Kesimpulan Akhir:
Karena terdapat api, maka sesuai dengan pernyataan awal, sudah pasti keadaan di sekitarnya adalah panas.
Jawaban: E