Mengenali Struktur Dasar Gambar
Setiap gambar (a, b, c, d, e) tersusun dari 2 batang persegi panjang yang saling menyilang membentuk tanda plus (+), dengan 4 ujung yang masing-masing berupa:
- 1 ujung panah (▶)
- 2 ujung bulatan hitam (●●)
- 1 ujung polos (persegi panjang biasa)
Karena hanya berbentuk rotasi dari objek yang sama, cara membedakannya adalah dengan melihat pasangan ujung yang berlawanan arah (satu sumbu/batang), bukan sekadar posisi rotasinya.
Langkah 1 — Menentukan Pasangan Ujung Berlawanan pada Tiap Batang
Pada gambar yang konsisten (kelompok sejenis), pola pasangannya selalu:
| Batang | Pasangan ujung |
|---|---|
| Batang 1 | Panah — Bulatan (satu poros) |
| Batang 2 | Polos — Polos (poros satunya, batang penyilang) |
Artinya: ujung panah selalu segaris/berhadapan dengan salah satu bulatan, sedangkan kedua ujung polos saling berhadapan membentuk batang penyilang yang “bersih” (tanpa dot maupun panah).
Langkah 2 — Mengecek Tiap Gambar
Gambar a: ujung panah berhadapan dengan ujung bulatan (poros 1); dua ujung polos saling berhadapan (poros 2) ✅ sesuai pola
Gambar b: ujung panah berhadapan dengan ujung bulatan; dua ujung polos saling berhadapan ✅ sesuai pola
Gambar c: ujung panah berhadapan dengan ujung bulatan; dua ujung polos saling berhadapan ✅ sesuai pola
Gambar e: ujung panah berhadapan dengan ujung bulatan; dua ujung polos saling berhadapan ✅ sesuai pola
Gambar d:
- Ujung panah justru berhadapan dengan ujung polos (bukan dengan bulatan)
- Kedua bulatan saling berhadapan membentuk satu poros sendiri
❌ Pola pasangannya terbalik/berbeda dari keempat gambar lainnya.
Langkah 3 — Analisis Arah Perputaran (Kekiri/Kekanan)
Jika kita telusuri berlawanan arah jarum jam (jika diputar kekiri pada poros bidang) mulai dari ujung panah pada gambar a, b, c, dan e, urutannya selalu:
Panah → Polos → Bulatan → Polos
Sedangkan pada gambar d, urutannya adalah:
Panah → Bulatan → Polos → Bulatan
Urutan ini berkebalikan (mirror) dari pola pada empat gambar lainnya — bukan sekadar hasil rotasi searah/berlawanan jarum jam, melainkan susunan elemen pada porosnya yang tertukar.
Kesimpulan
Gambar a, b, c, dan e merupakan hasil rotasi murni dari satu objek yang sama (pasangan panah–bulatan selalu satu poros, polos–polos satu poros).
Gambar d memiliki pasangan poros yang berbeda (panah berhadapan dengan polos, bulatan berhadapan dengan bulatan), sehingga secara struktur bukan sekadar rotasi, melainkan susunan elemen yang berbeda.
